Gadih Mudiak Aie, Inyiak Balang Betina dari Tanah Batang Barus
18 Nov 2024 / Admin
Pagi itu, Kamis 14 November 2024 dibawah pohon yang tak terlalu besar, seekor Harimau Sumatera meringkuk. Sorot matanya tajam, namun penuh tanda tanya.
Sang Penguasa Rimba, "diburu"bukan oleh senapan, tetapi oleh manusia dengan hati-hati dan niat baik. Masuk dalam kandang jebak yang dipasang Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat sejak akhir Oktober 2024.

Gadih Mudiak Aie nama yang disematkan, dia berjenis kelamin betina. Berasal dari Nagari (desa) Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok.
Konflik Harimau - Manusia, bahasa kerennya Human-Tiger Conflict, berujung penangkapan dan evakuasi. Gadih Mudiak Aie, yang biasanya hidup bebas di belantara, melangkah terlalu dekat ke ladang dan pemukiman penduduk.
Jejaknya di tanah basah dan kemunculannya yang dilihat beberapa orang, dianggap menjadi ancaman yang tak terbantahkan. Pada kasus Gadih Mudiak Aie ini, nampak jelas terjadi jalinan protagonis dan antagonis yang memunculkan dua pemaknaan di benak warga yakni, sebagai sosok yang disakralkan dan sebagai sosok yang mengancam jiwa keselamatan.

Sekira pukul 14.18 WIB, tim evakuasi dan Dokter hewan pun mulai mendekati area kandang jebak, tanda proses pembiusan untuk memperlancar evakuasi dimulai.
Gadih Mudiak Aie tampak masih berjuang mempertahankan martabatnya usai jarum bius itu menancap di tubuhnya. Masih bergerak, suara masih bergetar hingga akhirnya tubuhnya menyerah, terkulai tak berdaya.

Hujan turun dengan deras, seperti ikut memberikan penghormatan bagi sang raja hutan yang dipaksa untuk tertidur. Proses evakuasi ini tidak hanya tentang memindahkan Gadih Mudiak Aie itu ke tempat yang lebih aman, tetapi juga menjaga martabatnya.

Kini, Gadih Mudiak Aie sudah berada di Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan Bukittinggi untuk menjalani rangkaian rehabilitasi sebelum kemudian dilepas liarkan kembali ke habitat aslinya. Kapan ?